Dalam upaya meningkatkan kwalitas sumber daya manusia ialah dengan melalui UKS. Perlu kita ketahui bahwa salah satu penunjang bagi murid terutama di sekolahan yatitu UKS itu sendiri. Mengapa demikian? karena dalam UKS ini benar benar memperhatikan dari pada kesehatan secara higinis. Selain itu juga UKS bekerja sama dengan pihak puskemas dalam hal uji klinis kesehatan pada menu makanan.
Oleh Karenanya, ini pun juga menjadi PR bagi kita semua, bagaimana agar unit unit sekolah atau juga kemasyarakatn ikt juga dalam melestarikan budaya UKS. Jadi para objek yang akan kita rekrut ini tidak hanya sekedar mendapatkan nilai kesenangan namun juga nilai gizi yang didapat. Untuk keterangan dapat di unduh diSINI
Ok, disini kami akan jelaskan dulu apa sih UKS itu sendiri begitu tujuan serta sasaran UKS. berkut penjelasannya;
Pengertian Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)
Hidup sehat seperti yang didefinisikan oleh badan kesehatan
perserikatan bangsa-bangsa (PBB) World Health Organization (WHO) adalah keadaan
sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan orang hidup produktif
secara sosial dan ekonomi. Sedangkan kesehatan jiwa adalah keadaan yang
memungkinkan perkembangan fisik, mental, intelektual, emosional, dan sosial
yang optimal dari seseorang. Dalam Undang Undang Nomor 23 Tahun 1992 pasal 45
tentang Kesehatan ditegaskan bahwa ”Kesehatan Sekolah” diselenggarakan untuk
meningkatkan kemampuan hidup sehat peserta didik dalam lingkungan hidup sehat
sehingga peserta didik dapat belajar, tumbuh dan berkembang secara harmonis dan
optimal sehingga diharapkan dapat menjadikan sumber daya manusia yang
berkualitas. Menurut Sumantri, M. (2007) peserta didik itu harus sehat dan
orang tua memperhatikan lingkungan yang sehat dan makan makanan yang bergizi,
sehingga akan tercapai manusia soleh, berilmu dan sehat (SIS). Dalam proses
belajar dan pembelajaran materi pembelajaran berorientasi pada head, heart dan
hand, yaitu berkaitan dengan pengetahuan, sikap/nilai dan keterampilan. Namun
masih diperlukan faktor kesehatan (health) sehingga peserta didik memiliki 4 H
(head, heart, hand dan health).
Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) adalah usaha untuk membina dan
mengembangkan kebiasaan dan perilaku hidup sehat pada peserta didik usia
sekolah yang dilakukan secara menyeluruh (komprehensif) dan terpadu
(integrative). Untuk optimalisasi program UKS perlu ditingkatkan peran serta
peserta didik sebagai subjek dan bukan hanya objek. Dengan UKS ini diharapkan
mampu menanamkan sikap dan perilaku hidup sehat pada dirinya sendiri dan mampu
menolong orang lain. Dari pengertian ini maka UKS dikenal pula dengan child to
child programme. Program dari anak, oleh anak, dan untuk anak untuk menciptakan
anak yang berkualitas.
Tujuan Usaha Kesehatan Sekolah
Secara umum UKS bertujuan meningkatkan mutu pendidikan dan
prestasi belajar peserta didik dengan meningkatkan perilaku hidup bersih dan
sehat serta derajat kesehatan peserta didik. Selain itu juga menciptakan
lingkungan yang sehat, sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang
harmonis dan optimal dalam rangka pembentukan manusia Indonesia berkualitas.
Sedangkan secara khusus tujuan UKS adalah menciptakan lingkungan kehidupan
sekolah yang sehat, meningkatkan pengetahuan, mengubah sikap dan membentuk
perilaku masyarakat sekolah yang sehat dan mandiri. Di samping itu juga
meningkatkan peran serta peserta didik dalam usaha peningkatan kesehatan di
sekolah dan rumah tangga serta lingkungan masyarakat, meningkatkan keteramplan
hidup sehat agar mampu melindungi diri dari pengaruh buruk lingkungan.
Sasaran Usaha Kesehatan Sekolah
Sasaran pembinaan dan pengembangan UKS meliputi peserta didik
sebagai sasaran primer, guru pamong belajar/tutor orang tua, pengelola
pendidikan dan pengelola kesehatan serta TP UKS di setiap jenjang sebagai
sasaran sekunder. Sedangkan sasaran tertier adalah lembaga pendidikan mulai
dari tingkat pra sekolah/TK/RA sampai SLTA/MA, termasuk satuan pendidikan luar
sekolah dan perguruan tinggi agama serta pondok pesantren beserta
lingkungannya. Sasaran lainnya adalah sarana dan prasarana pendidikan kesehatan
dan pelayanan kesehatan. Sasaran tertier lainnya adalah lingkungan yang
meliputi lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat sekitar sekolah.
Untuk belajar dengan efektif peserta didik sebagai sasaran UKS
memerlukan kesehatan yang baik. Kesehatan menunjukkan keadaan yang sejahtera
dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif
secara sosial dan ekonomis. Kesehatan bagi peserta didik merupakan sangat
menentukan keberhasilan belajarnya di sekolah, karena dengan kesehatan itu
peserta didik dapat mengikuti pembelajaran secara terus menerus. Kalau peserta
didik tidak sehat bagaimana bisa belajar dengan baik. Oleh karena itu kita
mencermati konsep yang dikemukakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), bahwa
salah satu indikator kualitas sumber daya manusia itu adalah kesehatan, bukan
hanya pendidikan. Ada tiga kualitas sumber daya manusia, yaitu pendidikan yang
berkaitan dengan berapa lama mengikuti pendidikan, kesehatan yang berkaitan
sumber daya manusianya, dan ekonomi yang berkaitan dengan daya beli. Untuk
tingkat ekonomi Indonesia masih berada pada urutan atau ranking yang sangat rendah
yaitu 108 pada tahun 2008, dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Kemajuan
ekonomi suatu bangsa biasanya berkorelasi dengan tingkat kesehatan
masyarakatnya. Semakin maju perekonomiannya, maka bangsa itu semakin baik pula
tingkat kesehatannya. Oleh karena itu, jika tingkat ekonomi masih berada di
urutan yang rendah, maka tingkat kesehatan masyarakat pada umumnya belum sesuai
dengan harapan. Begitu pula dengan sumber daya manusianya yang diharapkan
berkualitas masih memerlukan proses dan usaha yang lebih keras lagi.
Program Pokok Usaha Kesehatan Sekolah
Ada tiga program pokok UKS yang sering disebut trias UKS,
yaitu pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan
sekolah sehat. Pendidikan kesehatan dilakukan secara intra kurikuler dan ekstra
kurikuler. Kegiatan intra kurikuler adalah melaksanakan pendidikan pada saat
jam pelajaran berlangsung sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pendidikan ini
tidak hanya diberikan pada saat mata pelajaran Pendidikan Jasmani saja, namun
bisa juga secara integratif pada saat mata pelajaran lainnya disampaikan kepada
peserta didik. Kegiatan ekstrakurikuler adalah melaksanakan pendidikan di luar
jam pelajaran yang dilakukan di sekolah atau di luar sekolah. Misalnya,
melaksanakan penyuluhan tentang, gizi, narkoba, dan sebagainya terhadap peserta
didik, guru dan orangtua. Melaksanakan pelatihan UKS bagi peserta didik, guru
pembina UKS dan kader kesehatan. Melaksanakan pendidikan dan kebiasaan hidup
bersih melalui program sekolah sehat.
Usaha Kesehatan Sekolah
Intrakurikuler dan Ekstrakurikuler
Pendidikan Berkualitas
Pelayanan kesehatan dilakukan secara komprehensif dan terpadu
meliputi promotif, preventif, kuratif dan rehabilitasi. Promotif adalah
peningkatan penyuluhan dan latihan keterampilan pelayanan kesehatan. Preventif
adalah layanan kesehatan untuk mencegah sebelum timbulnya penyakit. Kuratif
adalah penyembuhan penyakit yang diderita. Rehabilitasi adalah pemulihan pada
keadaan kesehatan awal dari penyakit yang telah diderita. Pelayanan kesehatan
lingkungan sekolah untuk menciptaan lembaga pendidikan yang dapat menunjang
berlangsungnya proses pembelajaran.
Peran Sekolah dalam Meningkatkan Kesehatan
Pada era globalisasi ini banyak tantangan bagi peserta didik
yang dapat mengancam kesehatan fisik dan jiwanya. Tidak sedikit anak yang
menunjukkan perilaku tidak sehat, seperti lebih suka mengkonsumsi makanan tidak
sehat yang tinggi lemak, gula, garam, rendah serat, meningkatkan risiko
hipertensi, diabetes melitus dan obesitas, dan sebagainya. Apalagi sebelum makan
tidak mencuci tangan terlebih dahulu, sehingga memungkinkan masukkan bibit
penyakit ke dalam tubuh. Selain itu meningkatnya perokok pemula, usia muda,
atau usia peserta didik sekolah sehingga risikonya akan mengakibatkan penyakit
degeneratif. Perilaku tidak sehat lainnya yang mengkhawatirkan adalah melakukan
pergaulan bebas, sehingga terjerumus ke dalam penyakit masyarakat seperti
penggunaan narkoba atau tindakan kriminal. Apalagi perilaku tidak sehat ini,
disebabkan lingkungan yang tidak sehat, seperti kurang bersihnya rumah,
sekolah, atau lingkungan masyarakatnya. Tantangan lain tentang perilaku tidak
sehat muncul dari diri peserta didik sendiri. Aktifitas fisik mereka kurang
bergerak, olahraga pun kurang, malas sehingga tidak bergairah baik di rumah
maupun atau di sekolah. Peserta didik pun cenderung lebih menyukai dan banyak
menonton televisi, bermain videogames, dan play station, sehingga mengakibatkan
fisiknya kurang bugar. Akibatnya mereka rentan mengalami sakit dan beresiko
terhadap berbagai penyakit degeneratif di usia dini. Untuk itu diperlukan
fasilitas dan program pendidikan jasmani atau olah raga memadai dan terprogram
dengan baik, di sekolah dan di lingkungan masyarakat sekitar. Hal ini sangat
mendukung dan memungkinkan peserta didik untuk bergerak, berkreasi, dan berolah
raga dengan bebas, menyenangkan dan bermanfaat bagi kesehatan dan kebugaran
fisiknya. Kesehatan fisik peserta didik berkorelasi positif terhadap kematangan
emosi sosialnya. Guru atau orang tua perlu memberikan bekal yang penting bagi
peserta didik yaitu menciptakan kematangan emosi-sosialnya agar dapat berhasil
dalam menghadapi segala macam tantangan, termasuk tantangan untuk berhasil
secara akademik. Peserta didik pun akan mampu mengendalikan stress yang
dialaminya, karena jika stress tidak dikendalikan akan menyebabkan timbulnya
berbagai penyakit dan akan menjadi kendala untuk keberhasilan belajarnya.
Untuk menghadapi berbagai tantangan yang dapat mengancam
kesehatan fisik dan jiwanya tersebut sekolah memilkki peran yang penting untuk
menciptakan dan meningkatkan kesehatan peserta didik. Upaya yang dilakukan
antara lain dengan menciptakan lingkungan “Sekolah Sehat” (Health Promoting
School/HPS) melalui UKS. Konsep inilah yang oleh Badan Kesehatan Dunia WHO
disebut HPS (Health Promoting Schools) atau Sekolah Promosi Kesehatan sehingga
“a health setting for living, learning and working” dengan tujuan (goal) “Help
School Become Health Promoting Schools.” Program UKS ini hendaknya dilaksanakan
dengan baik sehingga sekolah menjadi tempat yang dapat meningkatkan atau
mempromosikan derajat kesehatan peserta didiknya.
Kesimpulannya ialah bahwa UKS sangat dan sangat peduli terhadap upaya peningkatan kwalitas sumber daya manusia juga dengan upaya upaya peningkatan kesehatan baik secara lingkungan maupun financial.
OK. sampai disini penjelasannya. Terima kasih. & salam Sukses untuk sehat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar